by

Fakta-fakta Pengembangan Pariwisata di Sejumlah Kampung di Sitaro yang Perlu Diketahui

Bawatanusanews.com, SITARO- Meski kondisi pariwisata belakangan terpukul akibat guncangan COVID-19 atau Virus Corona. Namun upaya pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara terus bergeliat. Di Sitaro sejatinya bicara potensi wisata, hampir merata di semua wilayah. Masing-masing kampung khususnya, memiliki ciri khas terkait potensi wisata yang dimiliki. Potensi itu pun mulai digarap tiap-tiap kampung di daerah dengan sebutan 47 Pulau ini.
Apa saja, potensi wisata yang dimiliki sejumlah kampung di Sitaro tersebut, inilah yang perlu diketahui.

Hutan Manggrove di Kampung Matole

Selain memiliki beberapa destinasi wisata, Pulau Mahoro, yang sudah mulai populer di kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara. Kabupaten Kepulauan Sitaro juga memiliki potensi keindahan alam lain yang dapat dijadikan destinasi wisata lain, yang sudah pasti wajib dikujungi.
Adalah Hutan Manggrove, di Kampung Matole, Kecamatan Siau Timur Selatan, salah satu lokasi potensial untuk dijadikan objek wisata di daerah. Merujuk pada hal itu, pemerintah kampung pun mulai merintis, dengan membangun fasilitas pendukung berupa akses jalan menuju ke Hutan Manggrove. “Selama ini Hutan Manggrove sangat membantu masyarakat, apalagi terkait dengan ancaman gelombang pasang yang sering terjadi. Namun disisi lain kami melihat, ada potensi wisata yang dapat dikembangkan dari keberadaan Hutan Manggrove ini,” ujar Kapitalau Matole Hendrik Araro. “Maka dari itu akses jalan sudah mulai kami bagun, yang nanti kedepan masyarakat ataupun pengunjung dapat secara langsung melihat keberadaan Hutan Manggrove ini,” ujarnya lagi.

Pantai Pasir Putih Toka di Kampung Minanga

Sedangkan di ujung utara Pulau Tagulandang, ada pantai dengan hamparan pasir putih yang sangat indah, Pantai Pasir Toka namanya. Oleh Pemerintah Kampung Minanga, lokasi ini sudah dilirik untuk dijadikan sebagai objek wisata.
Dan sarana sudah dibangun, berupa jalan menuju ke lokasi pantai. Menariknya, jalan ini dinamai, ‘Jalan Pelangi’, dinamakan demikina karena jalan tersebut memang sengaja di cat dengan aneka warna sebagaimana dengan warna pelangi. Menurut Kapitalau Minanga, Jok Mulalinda lokasi wisata itu sudah banyak dikunjungi, meski baru para wisatawan lokal atau mereka yang tinggal di wilayah Pulau Tagulandang. “Biasanya ramai dikunjungi pada saat akhir pekan. Kedepan kami target kami, lokasi wisata ini dapat dikunjungi para wisatawan dari luar,” tutur Mulalinda.
Sementara untuk pendapatan bagi kampung dengan dibuka lokasi wisata itu, diakuinya, belum ada. Hal itu karena masih dalam persiapan pembentukan Peraturan Kampung (Perkam) tentang Retribusi. “Ini (Perkam) sementara kami siapkan, kalau sudah ada, maka akan langsung diterapkan. Namun tetap diutamakan soal kenyamanan dari para pengunjung,” tutur kembali.

Bukit Doa di Kampung Salili

Lainnya halnya di dua kampung yang fokus pada pengembangan wisata bahari. Kampung Salili, di Kecamatan Tengah, berorientasi pada pengembangan wisata religi. Memang, lain dengan Kampung Matole dan Kampung Minanga, yang memiliki wilayah pantai. Kampung Salili, dominan dengan daerah perbukitan, karena secara topografi wilayah ini dominan dengan daerah pegunungan. Maka dari itu, Pemerintah Kampung Salili, memilih membangun lokasi Wisata Bukit Doa, di Bukit Andaeng, nama lokasinya.
Proses pengembangan lokasi wisata ini pun mulai dilakukan dengan rintisan jalan sebagai akses utama yang nantinya akan memudahkan pengunjung. Menurut Kapitalau Salili Maria W J Kuheba, lokasi wisata ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kampung, dan kabupaten. “Saya berharap semua proses pembangunannya dapat berjalan dengan lancar,” ujar Kuheba.


Sementara itu dari semua kegiatan pengembangan potensi wisata di masing-masing kampung ini, dibiayai lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), dengan alokasi dari Dana Desa tiap kampung. Bupati Kepulauan Sitaro Evangelian Sasingen mendukung upaya pengembangan wisata di sejumlah kampung itu. Baginya, apa yang telah dilakukan aparat pemerintah kampung sejalan dengan target pemerintah daerah dalam pengembangan pariwisata di Sitaro. “Langkah-langkah itu suatu terobosan, dan sangat baik bagi daerah. Apalagi pemerintah daerah sekarang ini sangat serius dalam upaya pengembangan pariwisata yang ada,” ujar Sasingen.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed