by

Sitaro yang Terus Berprestasi di Tengah ‘Badai’ Corona

SITARO – Prestasi di raih dalam situasi normal, sepertinya sudah menjadi hal yang lumrah. Namun di tengah ‘badai’ pandemi Virus Corona saat ini, dan tetap berprestasi, maka itu barulah luar biasa.

Sebagaimana penyebaran virus yang menjadi penyebab terinfeksi Corona Virus Disease 2019 atau COVID-19 ini mengharuskan semua pihak, terlebih pemerintah putar otak plus mengerahkan semua sumber daya, dengan fokus diarahkan untuk mengantisipasi penyebaran virus yang bermula dari Wuhan, Cina ini.

Kendati demikian, kondisi itu seperti tak membuat kendor langkah Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), satu dari tiga kabupaten di wilayah kepulauan di Sulawesi Utara ini untuk berprestasi. Dibuktikan selang sebulan lebih, dua prestasi moncer berhasil diraih oleh daerah yang akrab dengan sebutan 47 Pulau ini.

Kalau sebelumnya masuk 10 besar di penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tingkat nasional. Terayar, Sitaro berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Tahun Anggaran 2019 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Perwakilan Sulut, Senin (11/5) lalu.

Opini WTP ini pun seakan menegaskan, bahwa Sitaro sebagai daerah pertama di kepulauan yang berhasil meraih tujuh kali opini WTP tanpa jeda.

Bupati Kepulauan Sitaro, Evangelian Sasingen mengaku terharu atas prestasi yang diraih tersebut. Sasingen mengaku, sangat bersyukur dengan keberhasilan ini.

“Pertama-tama sudah pasti sangat bersyukur kepada Tuhan, karena diyakini semua ini adalah anugerah Tuhan, sehingga pemerintah daerah boleh mempertahankan opini WTP ketujuh kalinya secara berturut,” ujar Sasingen penuh haru.

Ia mengatakan, tak mudah untuk memperoleh opini WTP ketujuh kali ini. Sebab, menurut bupati wanita pertama di Sitaro ini, bahwa skema pemeriksaan dari pihak BPK sangat ketat dan detail.

“Maka dengan meraih opini WTP, tentu sangat luar biasa, apalagi sudah tujuh kali secara berturut. Dan sangat luar biasa lagi, ini merupakan opini WTP pertama di pemerintahan saya dan pak wakil (Wakil Bupati John H Palandung),” ucapnya dengan nada syukur.

Namun demikian, kata dia, prestasi ini tak akan diraih apabila tanpa kerja keras dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dengan dukungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Maka dari itu dirinya sangat mengapresiasi untuk kerja keras TAPD, yang sudah maksimal dengan melengkapi semua dokumen-dokumen pengelolaan keuangan sebagaimana menjadi syarat dalam mekanisme audit tersebut.

“Terima kasih juga untuk Pak Sekda (Herry Bogar) bersama TAPD, serta semua OPD. Dan terima kasih juga untuk Pak Karyadi (auditor) dan tim yang telah melakukan pemeriksaan secara terbuka dan transparan, termasuk juga bimbingan selama proses audit itu berlangsung,” sebutnya.

Namun menurutnya, prestasi tersebut tak semata kebanggaan bagi pemerintah daerah, tapi memiliki makna mendalam, yakni tanggung jawab besar dalam pengelolaan keuangan di tahun mendatang.

“Sebagaimana harapannya, tahun-tahun berikutnya bisa lebih baik, dengan tetap mempertahankan opini yang sudah di raih ini. Kepercayaan masyarakat untuk kami memimpin daerah, maka amanah itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

“Terima kasih juga untuk Bapak Tony Supit (Bupati Sitaro dua periode), yang telah meletakan dasar yang baik sehingga kami dapat dengan mudah melanjutkan pemerintahan, termasuk di dalamnya terkait pengelolaan keuangan daerah,” kata Sasingen kembali.

Sekedar informasi, proses penyampaian opini penyerahan LHP tersebut, dilakukan lewat metode video conference, karena sesuai dengan protokol tetap kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed