by

Pelaku Perjalanan Harus Menjalani Karantina di Rumah Singgah Saat Tiba di Sitaro

SITARO – Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), tercatat sebagai salah satu dari 120 kabupaten dan kota di Indonesia, atau satu-satunya wilayah di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang belum ditemukan adanya pasien positif terinfeksi virus SARS-CoV-2 atau Corona.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro telah mengeluarkan beragam kebijakan mengantisipasi penyebaran Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19. Terkini, pelaku perjalanan harus menjalani karantina di rumah singgah saat tiba di wilayah 47 Pulau ini sebutan lain Sitaro.

“Saat ini pemerintah daerah telah menyediakan empat rumah singgah, yang nantinya rumah singgah tersebut akan menjadi tempat karantina bagi mereka yang menjadi pelaku perjalanan dari luar Sitaro,” ujar Bupati Kepulauan Sitaro, Evangelian Sasingen, di sela-sela kegiatan tinjauan lokasi rumah singgah yang ada di Kepulauan Siau, Senin (25/5).

Peningkatan jumlah kasus positif corona, di Sulut saat ini lanjut Sasingen, menjadi alasan pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan untuk pelaku perjalanan harus menjalani karantina di rumah singgah. Karena menurutnya, itu langkah yang harus ditempuh pemerintah daerah, agar tidak terjadi penyebaran virus ini.

Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Evangelian Sasingen melihat langsung fasilitas tempat tidur yang disiapkan di rumah singgah.

“Untuk penerapannya (karantina), tanpa terkecuali, semua yang baru tiba harus menjalani karantina di rumah singgah,” ucap Sasingen.

Sasingen juga bilang, bagi warga Sitaro yang baru tiba, harus menjalani karantina. Namun untuk warga sendiri, akan menjalani karantina di rumah singgah di masing-masing kampung.

“Tapi kampung yang belum memiliki rumah singgah, untuk warganya akan menjalani karantina di rumah singgah yang telah disiapkan pemerintah kecamatan dan pemerintah daerah. Meski secara umum hampir semua kampung sudah memiliki rumah singgah ini,” kata Sasingen.

Ia menambahkan, terkait teknis di rumah singgah akan ditangani langsung oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 daerah. Selain kata dia, para pelaku perjalanan wajib menjalani karantina sesuai protokol kesehatan, yakni selama 14 hari.

“Untuk pengaturan di rumah singgah, nanti di atur langsung oleh Satgas, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan,” sebut Sasingen.

“Dan secara umum kondisi rumah singgah sudah siap untuk ditempati,” kata Sasingen kembali.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Indra Purukan mengungkapkan, rumah singgah yang disiapkan pemerintah daerah terdapat di empat lokasi, yakni dua di Kepulauan Siau, satu di Kepulauan Tagulandang, dan satunya lagi di Kepulauan Biaro.

Rinciannya, kata Purukan, sebanyak 38 kamar di Gedung TK Mabura Kecamatan Siau Timur, 14 kamar di Gedung Sentra IKM Kecamatan Siau Barat, 54 kamar di Gedung BLK, Kecamatan Tagulandang, dan 12 kamar di Gedung Pasar Lamanggo, Kecamatan Biaro.

“Jadi total kamar dari empat rumah singgah itu sebanyak 118 kamar, dan semuanya telah disiapkan fasilitas yang memadai,” kata Purukan terpisah.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed